Penerapan Pedoman Penguraian Teks (Hermeneutika) Cth : Mazmur 23:1-6
![]() |
| Tambahkan teks |
Teks
dan Terjemahan
Teks
LAI @ 2001:
- Mazmur Daud. TUHAN adalah
gembalaku, takkan kekurangan aku.
- Ia membaringkan aku di padang
yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
- Ia menyegarkan jiwaku. Ia
menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
- Sekalipun aku berjalan dalam
lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu
dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
- Engkau menyediakan hidangan
bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
- Kebajikan dan kemurahan belaka
akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN
sepanjang masa.
Teks LAI Terjemahan Lama:
Mazmur Daud. *Bahwa Tuhan itulah gembalaku, maka tiada aku akan kekurangan suatupun.
- Dibaringkan-Nya aku pada tempat
yang banyak rumputnya, dan dihantar-Nya aku perlahan-lahan kepada air yang
tenang sekali.
- Disegarkan-Nya jiwaku dan
dihantar-Nya aku pada jalan kebenaran karena nama-Nya.
- Jikalau aku berjalan dalam lembah
bayang-bayang maut sekalipun, tiada juga aku takut bahaya, karena Engkau
juga menyertai aku, bahwa batang-Mu dan tongkat-Mu ada menghiburkan daku.
- Maka Engkau menyajikan hidangan
di hadapanku tentang segala seteruku; dan Engkau menyirami kepalaku dengan
minyak, dan memumbungkan pialakupun.
Maka sesungguhnya kebajikan dan kemurahan akan mengikut aku pada segala hari umur hidupku, maka aku akan masuk selalu ke dalam bait Tuhan sampai selama-lamanya.
Teks
Bahasa Indonesia Sehari-hari:
- Mazmur Daud. TUHAN bagaikan
seorang gembala bagiku, aku tidak kekurangan.
- Ia membaringkan aku di padang
rumput yang hijau. Ia membimbing aku menuju air yang tenang.
- Ia memberi aku kekuatan baru,
dan menuntun aku di jalan yang benar, sesuai dengan janji-Nya.
- Meskipun aku melalui lembah
yang gelap, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau menemani aku. Engkau
melindungi aku seperti seorang gembala melindungi dombanya dengan tongkat
dan gada.
- Engkau menyiapkan pesta bagiku
di depan mata lawanku. Engkau menyambut aku sebagai tamu terhormat. Engkau
menyuguhi aku minuman lezat berlimpah-limpah.
- Aku tahu Engkau baik kepadaku,
dan selalu mengasihi aku. Maka aku boleh diam di Rumah-Mu, selama hidupku.
Teks
King James Version:
- The LORD is my shepherd; I
shall not want.
- He maketh me to lie down in
green pastures: he leadeth me beside the still waters.
- He restoreth my soul: he
leadeth me in the paths of righteousness for his name’s sake.
- Yea, though I walk through the
valley of the shadow of death, I will fear no evil: for thou art with me;
thy rod and thy staff they comfort me.
- Thou preparest a table before
me in the presence of mine enemies: thou anointest my head with oil; my
cup runneth over.
- Surely goodness and mercy shall
follow me all the days of my life: and I will dwell in the house of the
LORD for ever.
Terjemahan
Alternatif
- Nyanyian dari Daud. TUHAN
itu bagiku adalah gembala, itulah sebabnya aku tak pernah mengalami
kekurangan.
- TUHAN menempatkan aku di taman
rumput hijau: dari sana TUHAN memimpin aku ke aliran air yang menyegarkan.
- Dari TUHAN aku memperoleh
kesegaran baru, sebab TUHAN memimpin aku pada jalan kebenaran-Nya.
- Kalaupun aku harus melewati
perjalanan melewati bayangan kematian, sungguh tidak membuatku takut,
sebab TUHAN ada bersama aku. TUHAN sebagai gembala yang melindungi
aku dengan tongkat dan gada.
- TUHAN mengadakan pesta
pelantikan raja-raja buat aku di depan mata para seteruku. Aku
dilantiknya sebagai yang terhormat. Bahkan piala kehormatanku
dibiarkan-Nya melimpah ruah.
- Sudah terbukti kebaikan dan
belas kasihan-Nya tidak pernah meninggalkan aku: sehingga aku tetap ada
dalam naungan hadirat-Nya untuk seterusnya.
Catatan
Pengamatan:
- Mazmur 23 di tulis oleh
Daud. Ia menjadikan Tuhan sebagai gembalanya, akibatnya adalah ia
tidak pernah menemui kekurangan dalam hidupnya.
- Dalam kekuasaan Tuhan, Daud
ditempatkan ditaman yang dipenuhi rumput hijau yang segar: didekatnya
mengalir aliran sungai yang menyegarkan dan kesanalah Daud diarahkan oleh
Tuhan.
- Tuhanlah satu-satunya sumber
tenaga baru bagi Daud, sebab kebenaran-Nya senantiasa melingkupi Daud.
- Ketika melewati tempat-tempat
berbahaya sekalipun, Daud tetap berani karena Tuhan tetap ada bersama-sama
dengan Daud. Tuhan sebagai gembala yang melindungi domba-domba-Nya
dengan tongkat dan gada.
- Di depan para musuh pun tetap
tersedia makanan bagi Daud, dihidangkan melimpah sebagai tamu
terhormat. Minuman dalam piala Daud juga berlimpah disediakan Tuhan.
- Kebajikan dan kemurahan dari
Tuhan menjadi bagian Daud: sehingga ia tetap ada dalam rumah Tuhan sampai
selama-lamanya.
- Konteks Kesusastraan dan
Sejarah:
Mazmur
23 termasuk dalam kelompok pujian iman. Daud membangun konsep tentang
Tuhan berdasarkan pengalaman imannya. Demikianlah mazmur 23 termasuk
sebagai tulisan mazmur iman. Mazmur iman berisi ungkapan iman dari pemazmur
perihal pengenalannya secara pribadi berdasarkan pengalamannya. Mazmur
iman mengungkapkan bentuk kepercayaan (baik individual maupun komunal) dalam
bentuk relasi baik antara Tuhan dengan penyembah. Mazmur iman diawali
dengan pengakuan iman atau proklamasi dilanjutkan dengan alasan terpeliharanya
iman dan diakhiri dengan sebuah komitmen dari penyembah terhadap Tuhan.
Dalam konteks Mazmur 23 dapat ditemukan prinsip-prinsip iman yang di bangun oleh Daud. Mazmur ini terdiri dari beberapa bagian bertingkat, yaitu:
- Proklamasi iman
- Dimulai dengan sebuah doxology
bahwa “Tuhan itu bagiku adalah gembala”.
- Dilanjutkan dengan sebuah
pernyataan keyakinan iman bahwa “aku tak pernah mengalami kekurangan”.
- Alasan-alasan beriman
- Adanya kesadaran iman bahwa
Tuhan berkuasa untuk mengadakan sesuatu dalam dirinya: “TUHAN
menempatkan aku di taman rumput hijau: dari sana TUHAN memimpin aku ke
aliran air yang menyegarkan. Dari TUHAN aku memperoleh kesegaran
baru, sebab TUHAN memimpin aku pada jalan kebenaran-Nya”.
- Adanya keyakinan iman bahwa
Tuhan berkuasa untuk memeliharanya: “Kalaupun aku harus melewati
perjalanan melewati bayangan kematian, sungguh tidak membuatku takut,
sebab TUHAN ada bersama aku. TUHAN sebagai gembala yang
melindungi aku dengan tongkat dan gada.
- Adanya keyakinan iman bahwa
Tuhan sanggup untuk menunjukan pemeliharaan bahkan di depan para
musuh. Jelas terlihat ketika Daud berkata: “TUHAN mengadakan pesta
pelantikan raja-raja buat aku di depan mata para seteruku. Aku
dilantiknya sebagai yang terhormat. Bahkan piala kehormatanku
dibiarkan-Nya melimpah ruah.
- Komitmen Iman
- Sebuah komitmen untuk tetap
setia hidup dalam rancangan Tuhan. Daud berkata: “kebaikan dan
belas kasihan-Nya tidak pernah meninggalkan aku.”
- Diakhiri dengan sebuah
komitmen baru untuk tetap setia menjadi pengikut Tuhan dengan cara:
“aku tetap ada dalam naungan hadirat-Nya untuk seterusnya”.
Mazmur
iman ini tidak lahir begitu saja. Bukanlah peristiwa pemeliharaan mistik
yang turun begitu saja dari langit, tetapi berdasarkan pengalaman yang panjang
dan terbukti sehingga Daud menempatkan Tuhan sebagai gembala dan dirinya
sebagai domba. Beberapa pengalaman hidup Daud yang tercermin dalam
peristiwa ini misalnya:
- Kesadaran akan tanggung jawab
gembala
Daud
memiliki pengalaman masa kecil sebagai gembala. Ketika saudara-saudaranya
sudah mengambil bagian dalam tugas militer, dialah satu-satunya yang ditugaskan
Isai untuk menggembalakan kambing domba keluarga (1 Sam.16:11; 17:15).
Kesadaran akan tanggung jawab gembala juga terlihat dari dialognya dengan Saul,
ketika Daud berkata: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba
ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba
dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu
dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku
menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun
beruang telah dihajar oleh hambamu ini” (1 Sam. 17:34-36).
- Peristiwa fenomenal dalam
hidupnya
Beberapa
pengalaman hidup Daud telah menjadi sarana yang efektif menumbuhkan pengalaman
hidup beriman kepada Tuhan sebagai gembala. Tak terbilang sudah
pengalaman Daud yang menunjukkan bahwa Tuhan berkuasa. Hanya saja tulisan
ini akan memberikan perhatian lebih pada pengalaman pemeliharaan Tuhan di
hadapan para musuh Daud. Misalnya saja peristiwa dalam 1 Samuel 21:1-9;
Tuhan memelihara Daud dengan memberinya makan dari persediaan roti kudus.
Menurut 1 Samuel 25:1-42, Tuhan memelihara kehidupan Daud melalui Abigail,
sedangkan suaminya, Nabal, yang telah mengutuk Daud justru dihukum Tuhan.
Pengalaman ini bahkan berlanjut sampai Daud memasuki masa tua, dengan masalah
yang semakin kompleks, antara lain kudeta yang dilaksanakan oleh Absalom.
Pemeliharaan Tuhan terus terjadi dan Tuhan terbukti tidak pernah kekurangan
cara untuk memelihara Daud. Iman Daud kepada Tuhan tidak pernah sia-sia,
karena Ia Tuhan adalah gembala.
- Bentuk dan Struktur
Pada
umumnya mazmur memiliki bentuk dan struktur yang beragam, digunakan secara
silih berganti untuk memperkaya nyanyian. Mulai dari sistesis, parallel,
duplikasi, perlawanan, peningkatan pikiran dan lain sebagainya.
Bentuk-bentuk ini menjadikan mazmur membutuhkan pengamatan dan cara khusus
dalam membedahnya, yang tentu saja berbeda dengan tulisan-tulisan sejarah
maupun prosa.
Mazmur
23 memiliki bentuk dan struktur yang unik juga, jelas terlihat dari setiap
bagiannya seperti yang nyata berikut ini:
Dimulai
dengan ungkapan metafora:
TUHAN itu bagiku adalah gembala
Pengungkapan
metafora ini menjadi landasan pengakuan iman:
itulah sebabnya aku tak pernah
mengalami kekurangan
Beberapa
bukti disajikan dengan gagasan yang sama, namun dengan pengulangan yang unik,
variatif, serta pada bagian tertentu terjadi peningkatan pikiran:
TUHAN menempatkan aku di taman rumput hijau:
dari
sana TUHAN memimpin aku ke aliran air yang
menyegarkan
Dari TUHAN aku memperoleh kesegaran baru,
sebab
TUHAN
memimpin aku pada jalan kebenaran-Nya
Dimunculkan
ide perlawanan yang menjadi cara tersendiri Daud mengungkapkan gagasan baru
perihal masalah yang ia hadapi:
Kalaupun
aku harus melewati perjalanan melewati bayangan kematian,
sungguh tidak membuatku takut,
sebab TUHAN ada bersama aku
Alasan
pengakuan iman diulang kembali, namun tetap dalam koridor konsep yang sama
dengan konflik yang diangkat sebelumnya:
TUHAN sebagai gembala yang
melindungi aku dengan tongkat dan gada
Dari
kondisi penuh perlawanan dan konflik, terjadi perputaran arah yang tiba-tiba
dalam gaya pengungkapan Daud. Ia menemukan pemulihan kebahagiaan dan
kehormatan, sambil terus mengulang ide yang mengalami peningkatan pikiran:
TUHAN
mengadakan pesta pelantikan raja-raja
buat aku di depan mata
para seteruku
Aku dilantiknya sebagai yang terhormat
Bahkan
piala
kehormatanku dibiarkan-Nya melimpah ruah
Diakhiri
dengan pernyataan iman yang menunjukan bahwa pengalaman masa lampau yang telah
terjadi sungguh-sungguh berkesan dan mengharuskan Daud untuk membuat sebuah
komitmen baru:
Sudah
terbukti
kebaikan dan belas kasihan-Nya
tidak pernah meninggalkan aku:
sehingga
aku tetap ada dalam naungan hadirat-Nya untuk seterusnya
- Data Gramatikal dan Leksikal
Disadari
bahwa bahasa Indonesia tidak dapat secara sempurna memberikan interpretasi
terhadap penggunaan bahasa asli oleh penulis mula-mula. Beberapa versi
dan variasi terjemahan mungkin dapat menolong tetapi juga belum dapat secara
sempurna menjelaskan makna atau gagasan yang diungkapkan oleh penulis.
Demikian juga yang terjadi dengan mazmur 23 ini, namun tentu saja tidak akan
secara keseluruhan melihat teks asli Ibraninya, namun paling tidak, dari
beberapa kata yang dipilih dapat mewakili perasaan pemazmur (Daud), sehingga
kita dapat menyelami makna sebenarnya yang ingin diungkapkan Daud.
Beberapa istilah tersebut adalah:
Ayat
1:
Tak
pernah: al{Ã¥ deklarasi ketidak mungkinan
Kekurangan:
rs”)x.a kata kerja yang menunjukan kepemilikan berulang secara terus menerus
Ayat
2:
Memimpin:
ynIlE)h]n:y> kata kerja memimpin dengan intensif meningkat dan
berulang
- Konteks Alkitabiah dan Teologis
Tidak
ada satu pun bagian teks yang beridiri sendiri tanpa keterkaitan dengan teks
lainnya; demikian juga halnya dengan paragraf, maupun kitab, semuanya memiliki
keterkaitan. Baik secara konteks, sejarah, maupun makna. Mazmur 23
juga memiliki keterkaitan yang sama dengan kitab lainnya. Jelas mazmur 23
terhubung dengan kitab sejarah Perjanjian Lama yang menjadi catatan biografi
Daud, misalnya Samuel. Dalam hubungannya dengan Perjanjian Baru,
pemaparan Daud perihal TUHAN sebagai gembala jelas terkait dengan pengajaran
Yesus dalam Yohanes 10:1-18. Yesus menjelaskan tentang sifat dari gembala
(ay. 1-5) dalam bentuk perumpamaan. Langsung di interpretasi oleh Yesus
dalam bagian selanjutnya bahwa Ia-lah gembala tersebut (ay. 11-18).
- Penerapan
Beberapa
penerapan yang dapat ditemukan dari mazmur 23 adalah:
- Temukanlah
pengalaman-pengalaman hidup dan maknai itu sedemikian rupa menjadi
pengalaman iman, artinya perlu bersikap positif agar setiap peristiwa
dalam hidup dapat dimaknai secara baik guna pertumbuhan iman yang maksimal.
- Tidak ada pengalaman hidup yang
terjadi begitu saja tanpa ada sisi pembelajaran dari dalamnya, jadi
pikirkanlah secara positif setiap pengalaman pahit yang telah terjadi dan
terus persiapkan diri melihat tanda-tanda ajaib selanjutnya yang akan
Tuhan nyatakan.
- Ada saatnya orang percaya
diizinkan Tuhan melewati perjalanan yang berat, tetapi harus dipahami
secara positif agar orang percaya dapat melihat secara jelas wujud
pertolongan, perlindungan bahkan disiplin yang dikerjakan Tuhan dalam
hidup. Setiap perwujudan itu akan membawa orang percaya pada sebuah
kesadaran akan pertolongan, penyertaan, bahkan pemuliaan yang sedang Tuhan
kerjakan dalam hidupnya.
- Di akhir dari setiap
pembelajaran buatlah catatan penting dan persiapkan diri untuk masuk lebih
dalam lagi guna terbangunnya interpersonal relationship dengan
Tuhan. Paling tidak orang percaya menemukan dirinya setiap hari
dalam sebuah komitmen yang terus diperbaharui dengan Tuhan.
- Contoh Khotbah (keterangan audience:
mahasiswa teologi)
Spiritualitas dalam Aktualitas
Mazmur
23: 1 – 6
Pendahuluan:
Dunia
secara cerdas telah membuat dualism atas dirinya. Misalnya saja kaya –
miskin; rajin – malas; tua – muda; basah – kering dan lain sebagainya.
Sifat yang sama pun telah mengotori dunia teologi misalnya saja: sacral
– sekuler; teologi kemiskinan – teologi kesuksesan; pemikiran barat – pemikiran
timur; fundamentalism – liberalism, dan lain sebagainya.
Sifat-sifat tersebut secara langsung memberikan pengaruh dalam pencapaian hidup
orang percaya sehingga mereka hidup dalam digotomi berkat – kutuk; dukacita –
sukacita, dan lain sebagainya. Permasalahannya sekarang ini adalah
bagaimana caranya agar kita, para teolog, mampu hidup secara berbeda, luar
biasa dalam realita hidup biasa setiap harinya? Pengalaman hidup Daud
merupakan pembelajaran berharga agar kita dapat menikmati hidup secara
meksimal. Mazmur 23 ini akan membawa kita pada pencapaian maksimal setiap
harinya. Beberapa prinsip yang dilakukan Daud adalah:
- Resapi Eksistensi Ilahi (ay. 1)
- Daud memproklamasikan
Tuhan secara khusus dalam hidupnya, akibatnya ia mampu melihat
kekhususan Tuhan yang bekerja dalam dirinya. Ada begitu banyak cara
Tuhan meyatakan dirinya kepada ciptaan-Nya dan itu unik. Kita tidak
dapat menuntut Tuhan untuk memperlakukan kita sama dengan orang lain,
tetapi kita dapat meminta Tuhan untuk menjadikan kita ada dalam hubungan
yang khusus dengan diri-Nya.
- Penting memang untuk
memikirkan siapa kita dihadapan Tuhan, tetapi terlebih penting untuk
memutuskan siapa Tuhan bagi kita, dari situ akan terbangun secara jelas
dan real bagaimana kita bersikap di hadapan Tuhan.
- Ilustrasi: luwing dengan
ibunya yang sedang make up
- Penerapan: buatlah keputusan
pribadi tentang siapa Tuhan itu buat anda!
- Renungkan Dinamisnya Kehadiran
Tuhan (ay. 2 – 4)
- Hasil dari point pertama di
atas nyata dalam bagian selanjutnya dari mazmur 23, yaitu Daud mampu
menangkap secara jelas bentuk-bentuk penyertaan dan kehadiran
Tuhan. Dalam berbagai keadaan, Daud senantiasa menemukan
perwujudan khusus dari eksistensi Allah, dan itu secara spesifik hadir
dalam pengalaman imannya. Demikian juga seharusnya dengan kita
sebagai orang percaya, penting bagi kita untuk menemukan cara-cara Tuhan
dalam mewujudnyatakan kasih, kesetiaan dan pemeliharaan-Nya sehingga tidak
ada peristiwa yang terlewatkan sia-sia dalam hubungan kita dengan Tuhan.
- Tuhan itu berkuasa, kuasa-Nya
tak terbatasi, tidak dapat di kotak-kotakan, dan Ia punya cara yang
unik, baru, tak terselami dalam menunjukan kuasa-Nya. Jadi jangan
sempitkan pandangan kita perihal bagaimana caranya Tuhan menolong kita,
tetapi pahamilah cara-cara tak terduga yang telah Allah kerjakan dalam
diri kita.
- Ilustrasi: pengalaman pribadi
- Penerapan: lepaskan kacamata
kuda atas mata iman kita, tetapi luaskanlah pandangan karena Ia luar
biasa.
- Rayakan Kemenangan bersama
Tuhan (ay. 5 – 6)
- Daud menikmati hidup dalam
hubungan dengan Tuhan sampai pada penghabisan hidup. Ia menikmati
hidupnya secara unik dan ia mendapati bahwa Tuhan sedang membawa
dirinya mencapai klimaksnya. Hidupnya mencapai klimaks justru
dihadapan para lawannya. Pengalaman iman tersebut ia rayakan
dalam sebuah komitmen baru dengan Tuhan.
- Hidup kita adalah perjalanan
perayaan. Perayaan menuju hidup yang lebih berkualitas dalam
hubungan dengan Tuhan.
- Ilustrasi: – Pengalaman
pribadi
-
Air force one
- Penerapan: buatlah sebuah
komitmen baru dihadapan Tuhan, lakukanlah itu secara bertanggung jawab dan
terus perbaharui agar hidup menjadi semakin indah.
Penutup:
Sama
seperti kita, Daud adalah manusia biasa, tetapi lihatlah ia telah memaknai
hidupnya secara luar biasa bersama Tuhan yang sungguh terbukti luar
biasa. Apabila Daud dapat melakukannya, itu berarti kita pun dapat
melakukannya. Terapkanlah 3 prinsip Daud tadi dalam hidup kita:
- Resapi Eksistensi Tuhan
- Renungkan Dinamisnya Kehadiran
Tuhan
- Rayakan Kemenangan bersama
Tuhan
Selanjutnya,
perhatikanlah apa yang akan Tuhan perbuat atas hidup kita! Sungguh ia
telah membuat hidup biasa kita menjadi luar biasa. Tuhan memberkati kita
semua, Amin.



Komentar
Posting Komentar