Urgensi Hermeneutik



 

Satu-satunya dokumen yang tertinggal bagi kita dalam menemukan dan memahami Allah hanya Alkitab.  Pernyataan umum memang dapat berbicara perihal Allah, tetapi hanya Alkitablah yang memberikan penyataan kuat perihal kebenaran Allah.  Memahami karya Allah melalui alam memang penting tetapi tidak dapat mengalahkan kebenaran yang disajikan-Nya melalui Alkitab.  Jelas bagi kita bahwa Alkitab adalah penyataan Allah yang paling keras perihal diri-Nya.

Membaca dan menerjemahkan Alkitab mau tidak mau akan melibatkan aspek menafsirkan.  Objektifitas nilai, arti dan makna membaca maupun menerjemahkan sangat bergantung pada bagaimana kita memposisikan dan meletakkan subjektfitas pada metode yang dipakai.  Sehingga entahkah cara membaca atau menerjemahkan dalam menemukan nilai, arti dan makna akan sangat ditentukan oleh metode yang dipakai.  Dengan demikian urgensi dari mata kuliah ini akan membawa kita pada sikap:

  1. Bagaimana cara “melihat” Alkitab
  2. Bagaimana cara  “membedah” Alkitab
  3. Bagaimana cara “memperlakukan” Alkitab

Perhatikanlah apa yang Paulus nyatakan perihal Alkitab dalam 2 Timotius 3:14-17:

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

 Kesalahan yang sering dilakukan dalam membaca dan menerjemahkan Alkitab:

  1. Hanya melihat Alkitab sebagai kebenaran masa lalu yang sudah tidak relevan dengan masa kini. (khususnya Perjanjian Lama)
  2. Hanya melihat Alkitab sebagai petunjuk hidup masa kini tanpa mempertimbangkan teks menurut konteks penerima awal. (rambu yang harus diikuti tanpa perlu ditaati)
  3. Hanya melihat Alkitab sebagai ‘buku primbon’. (sebagai pedoman saja)

Misalnya: Kejadian 12:10-20

Hal yang harus dilakukan oleh pembaca masa kini adalah:

  1. Mencari pengertian teks menurut konteks awal
  2. Membangun implikasi teks terhadap konteks kita masa kini



Komentar

Postingan Populer